Pesan Inspiratif dari Si Kecil yang Mengubah Hidup Ibunya dengan Membagikan Takjil

0
160

Beberapa individu dapat tanpa kesulitan melakukan ‘borong takjil’ selama bulan Ramadhan. Mereka membeli aneka hidangan secara bebas guna menyambut waktu berbuka puasa. Meski terkadang hal tersebut mengakibatkan pemborosan.

Namun, ada juga beberapa orang yang hanya dapat menghidangkan makanan sederhana untuk membuka puasa. Singkatnya, bahkan secangkir air saja sudah mencukupi untuk menyejukkan tenggorokan setelah berpuasa sepanjang hari.

Maka, apakah makna Ramadan benar-benar hanya berfokus pada takjil jika kesenjangan ini tetap ada dalam hidup kita?

Anak laki-laki yang mengambil takjil untuk membuka puasanya sang ibu

Film tersebut dimulai dengan menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua karakter utama. Mereka adalah Rizky dan Ilham, dua siswa SMP yang bersahabat namun mengalami kondisi finansial yang sangat beragam.

Rizky (Darren Rafid Khairan), putra dari salah satu guru di sekolahnya, dapat dikatakan memiliki kehidupan cukup terjamin. Akan tetapi, dia tidak begitu menghargai apa yang dimilikinya. Ketika sang ibu menyiapkan sahuran dengan beragam pilihan masakan, Rizky justru berkomentar keras, “Cuma ini saja makanannya?”

Selanjutnya, cuplikan film berpindah ke adegan Ilham (Suheil Fahmi Bisyir), remaja lain dalam narasi ini.

Dia adalah seorang anak yatim piatu yang saat ini tinggal bersama ibu satu-satunya, Prapti (Metta Permadi). Kebahagiaan nampak jelas di wajah keduanya selagi menunaikan sahur, bahkan meskipun makanannya hanyalah irisan telur goreng yang dimasukkan ke dalam kecap manis.

Film tersebut mengisahkan tentang dua anak muda yang terlibat dalam sebuah perselisihan, yang dimulai ketika ayah Rizky memintanya untuk mencontoh Ilham dalam hal belajar.

“Kamu seharusnya bisa mencontoh Ilham, Rizky. Kedua kalian pintar, tetapi Ilham memiliki etika yang lebih baik,” kata sang bapak.

Pernyataan sang bapak tentang Rizky memang tepat. Akan tetapi, dapat ditegaskan bahwa mengebanding-bandingkan anak kita dengan anak tetangga hanyalah akan menciptakan rasa benci dan permusuhan, bukannya mendorong perubahan perilaku.

Pentingnya memuliakan tetangga

Berdasarkan pengetahuan yang telah saya peroleh, agama Islam memberikan pentingnya besar pada bagaimana kita menjalani kehidupan bersama tetangga. Salah satu hadits bahkan mengatakan bahwa menghormati tetangga merupakan tanda dari seseorang yang percaya kepada Allah dan hari akhir.

Dalam sebuah hadits lain, seperti ketika kita memasak makanan dan aromanya dapat disadari oleh tetangga, maka sudah sepatutnya bagi kita untuk berbagi meskipun hanya dalam porsi kecil.

Sekilas tentang makanan tampaknya merupakan hal yang remeh, tetapi bila kebutuhan perut tak tercukupi, dampaknya tidak akan segampang itu. Hal ini dialami oleh Ilham serta sang ibu.

Permintaan terakhir dari Prapti yang tengah sakit itu adalah berbuka puasa bersama makanan ringan seperti yang dikonsumsi tetanggarnya. Namun, Ilham tidak memiliki cukup dana untuk membelikan sang ibu apa yang diidamkan tersebut. Pertanyaannya sekarang, apakah dia akan mengambil jalan pintas dan mencuri?

Joe Sandjaya selaku sutradara enggan memposisikan tokoh Ilham mengalami perubahan yang begitu ekstrem secara instan. Karakter utamanya ini mendapatkan beberapa tingkatan narasi terlebih dahulu sebelum pada akhirnya dia nekat untuk menyelinap membawa takjil.

Pada awalnya, Ilham mengajukan permohonan kepada salah satu pedagang kolak agar dapat bantuan mereka. Dia menyarankan adanya pemberian kerja berupa membantu dalam menjual takjil, namun hanya diberi gaji secukupnya satu gelas takjil saja dan tidak harus melibatkan pembayaran tunai.

Namun, sang penjual kolak keliru mengerti. Dia menduga Ilham ingin merampok barang dagangannya. Kekacauan yang terjadi antara Ilham dan sang pedagang itu menyebabkan para pedagang lainnya dan penduduk setempat berkumpul di sekeliling Ilham.

Singkirkan formalitas, mereka langsung menuduh Ilham. Penduduk setempat tidak pernah tertarik pada kebenaran sejati dari insiden tersebut.

Menggunakan teknik close-up dan pemotongan adegan sering kali terfokus pada wajah Ilham seperti halnya di FTV Indosiar, film ini mencoba menggambarkan asal-usul suara dalam pikiran Ilham.

Lalu tanpa terduga, Ilham nekat mengambil sebuah gelas takjil. Sudah dianggap penjenaka pencuri, mungkin dia berpikir untuk mencuri saja secara gamblang. Mungkin itu yang ada dalam benaknya.

Dalam adegan berbeda, Rizky beserta sang ibu telah menyiapkan diri mereka untuk melakukan rekaman itu sebagai bukti tambahan agar makin mengunci posisi Ilham bahwa dia memang perampasan barang oranglain.

Tentang perbuatan curian tentu saja tak dapat diterima. Namun, apa yang dialami Ilham mungkin bisa dihindari jika sang tetangga lebih peka terhadap situasi Ilham serta ibunya.

Terkadang kita dengan cepat mendonasikan uang kepada orang asing, cukup karena kisah pilunya yang menyebar di media sosial. Namun seringkali kita melupakan fakta bahwa para orang tua, keluarga, sahabat, ataupun tetangga dekat kita mungkin lebih membutuhkan pertolongan tersebut.

Cerita tentang Ilham dan Rizky mengajarkan bahwa penting bagi kita untuk menjadi lebih sadar terhadap lingkungan di sekitar kita. Memberi dan menyebabkan kedekatan dengan tetangga hanya memiliki manfaat positif. Ini juga adalah cara ungkul atas berkah yang telah disediakan oleh Tuhan kepada kita.

Seluruh ide itu, bisa kamu temukan dalam film Anak yang Mengambil Takjil demi Berbuka Puasa bagi Ibu-nya. Cerita ini adalah bagian dari rangkaian acara FTV Pintu Berkah Khusus Ramadhan yang disiarkan oleh Indosiar beberapa waktu lampau. Akan tetapi, sekarang cuplikannya sedang populer lagi di TikTok, dan masih cocok sebagai pilihan tontonan Ramadhan yang bisa ditonton kapan saja.

Anda dapat mengaksesnya dengan mudah melalui aplikasi Vidio tanpa biaya sama sekali. Semua acara dari stasiun TV Indosiar dan SCTV pun tersedia untuk ditonton lagi di platform itu.

Selama menonton!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here