Ada ungkapan uangtidak semuanya, tetapi segalanya memerlukan uang. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya uang dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari alat transaksi di pasar hingga investasi jangka panjang, uang berperan dalam mendorong aktivitas ekonomi sebuah negara.
Lalu, dari apa saja uang dibuat? Mengapa uang begitu penting dalam kehidupan manusia? Berikut penjelasan mengenai uang, mulai dari pengertian, bahan-bahan pembuatnya, hingga cara pembuatannya.
1. Definisi uang
Dikutip dari Britannica, uang berfungsi sebagai alat tukar yang digunakan untuk menunjukkan harga dan nilai suatu barang atau jasa. Fungsi utamanya adalah memudahkan perdagangan serta menjadi indikator utama dari kekayaan. uang merupakan barang yang diterima secara umum oleh masyarakat sebagai alat pertukaran dalam sistem ekonomi.
Sementara, berdasarkan The Economic Times, uang berperan sebagai alat tukar yang terpusat, diterima secara luas, dan memudahkan pertukaran barang maupun jasa. Tujuan penggunaan uang adalah untuk menghindari kerugian dalam kegiatan perdagangan. Dengan demikian, uang menjadi solusi atas kelemahan sistem barter.
2. Ciri-ciri dan jenis mata uang
Sebuah benda tidak dapat disebut sebagai uang begitu saja. Terdapat beberapa ciri yang harus dipenuhi agar dapat dikategorikan sebagai uang dan digunakan sebagai alat tukar. Beberapa ciri uang yang perlu terpenuhi:
tidak gampang rusak dan tahan lama sehingga dapat digunakan berulang kali serta mampu disimpan dalam jangka waktu yang panjang;
dikenal secara luas dan mudah dikenali sehingga dapat dipastikan keasliannya;
memiliki ketahanan sehingga uang memiliki nilai yang tetap atau meningkat;
mudah dibawa dan dipindahkan dari satu orang ke orang lain serta dari satu lokasi ke lokasi lain.
Dengan ciri-ciri tersebut, kini terdapat dua macam uang yang beredar di dunia. Jenis uang tersebut meliputi uang koin dan uang kertas yang nilai nominalnya ditentukan oleh pemerintah masing-masing negara. Selain itu, setiap negara memiliki mata uang sendiri yang diproduksi dari bahan-bahan tertentu.
3. Bahan yang digunakan dalam pembuatan uang
Pembuatan uangtidak hanya mencetak gambar di atas kertas. Dibutuhkan ketelitian dan teknologi agar tidak mudah dipalsu. Bahan yang digunakan juga tidak asal-asalan karena dipilih secara khusus agar tidak mudah rusak dan tahan lama. Oleh karena itu, setiap negara di dunia memiliki bahan yang berbeda sesuai dengan kebijakan masing-masing.
Dilansir dari Bureau of Engraving and Printing, uang kertas dolar Amerika terdiri dari 25 persen linen dan 75 persen kapas dengan serat merah serta biru. Sementara itu, menurut Bank of England, pound sterling dibuat dari polimer yang tahan terhadap kelembapan dan kotoran. Berbeda lagi di Tiongkok, dilansir dariChina Global Television Network, yuan dibuat dari kertas katun yang memiliki tanda air.
Berbeda lagi dengan rupiah, mata uang resmi Indonesia yang terdiri dari uang koin dan uang kertas. Menurut data dari Bank Indonesia, uang kertas yang beredar di masyarakat dibuat dari serat kapas. Sementara itu, uang logam rupiah terbuat dari bahan aluminium dan nikel. Namun, Bank Indonesia pernah merilis uang logam yang terbuat dari emas atau perak sebagai bentuk perayaan hari besar maupun penghormatan terhadap tokoh penting.
4. Tahapan membuat uang
Untuk menghasilkan uang kertas dan logam Rupiah, Bank Indonesia menugaskan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) untuk melakukan pencetakan. Tidak hanya sekadar mencetak, Perum Peruri harus melewati berbagai tahapan dalam proses pembuatan uang sebelum akhirnya benar-benar dicetak. Berikut adalah tahapan-tahapan pembuatan uang:
Pengembangan desain dan ilustrasi (engraving)
Proses ini memerlukan waktu sekitar 2—3 bulan. Saran desain dari Bank Indonesia selanjutnya disampaikan kepada Perum Peruri.
Pencetakan warna dasar (offset printing)
Proses pencetakan warna dasar dilakukan di kedua sisi lembaran uang.
Pencetakan intaglio (intaglio printing)
Proses cetak tambahan berfungsi untuk memperbaiki detail, termasuk warna dan komponen keamanan.
Penomoran (numbering)
Nomor seri di uang harus dicetak, kemudian dilakukan pemeriksaan kembali. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada kesalahan.
Pemotongan
Setelah seluruh proses pencetakan selesai dan memenuhi standar, uang yang telah dicetak kemudian masuk ke tahap pemotongan.
Penyelesaian akhir (finishing)
Ini merupakan tahap terakhir yang meliputi pemeriksaan, penyusunan, pengemasan uang, hingga pengiriman.
5. Metode mengidentifikasi keaslian uang kertas rupiah
Meskipun telah menggunakan bahan berkualitas dan proses produksi yang cermat, masih banyak uang palsu yang beredar di kalangan masyarakat. Untungnya, keaslian uang rupiah dapat diketahui melalui indra penglihatan secara langsung. Untuk memastikan keaslian uang rupiah, dapat dilakukan dengan metode 3D, yaitu dengan dilihat, diraba, dan diterawang.
Dilihat dari artinya, rupiah dapat dikenali melalui warna yang cerah dan adanya benang pengaman. Terdapat pula tinta logo BI yang mampu berubah warna ketika dilihat dari sudut tertentu. Terakhir, terdapat cetakan garis-garis lurus yang menciptakan efek warna pelangi.
Kesalahan artinya terdapat bagian kasar dalam angka nominal, huruf terbilang, gambar utama, burung garuda, dan kode difabel penglihatan.
Dikira artinya terdapat tanda air (watermark) di bagian kosong berupa gambar pahlawan. Terdapat gambar saling isi atau rekto verso lambang BI saat dilihat dari arah cahaya.
Sekarang kamu sudah mengetahui dari apa uang dibuat. Selain menggunakan bahan khusus, pembuatan uang juga melalui proses yang cukup rumit. Oleh karena itu, kenali keaslian uang dengan metode 3D agar tidak tertipu.uang palsu, ya!
5 Tahapan untuk Mengatasi Masalah Trauma Akibat Bencana Banjir Apa Kaitan Banjir Bandang di Sumatra dengan Penebangan Hutan?





