BMKG Laporkan Gempa Magnitudo 5,9 Mengguncang Barat Daya Aceh

0
114



News Update Group


,


Jakarta




Lembaga Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

mencatat terjadinya

gempa tektonik

dengan kekuatan 5,9 skala Richter pada hari Minggu, 11 Mei 2025, terjadi gempa di bagian baratdaya dari Blang Pidie.

Kabupaten Aceh Barat Daya

, Provinsi Aceh. Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, gempa tersebut disebabkan oleh proses deformasi pada lapisan batu dalam plat tektonik.
(intraslab).

Gempa tersebut merupakan salah satu contoh dari guncangan berkekuatan sedang. “Dari hasil pengecekan terhadap mekanisme sumber, diketahui bahwa getaran bumi ini disebabkan oleh gerak naik.”
(thrust fault)
,” ujar Daryono melalui pernyataan tertulis, Minggu, 11 Mei 2025.

Gempa bumi tercatat pada jam 15:57 di perairan sebelah selatan Kabupaten Aceh Barat Daya. Koordinat tepat dari guncangan ini adalah 3,67 derajat lintang utara dan 96,83 derajat bujur timur, yang berarti lokasinya di lautan dengan jarak 23 km kearah baratdaya Blangpidie serta dalam ketinggian 83 kilometer dari permukaan tanah.

Daryono menyebut bahwa gempa tersebut mencapai tingkat intensitas V (Skala Keerasan Modified Mercalli MMI) di daerah Aceh Barat Daya. Menurut skala ini, guncangan dapat dirasakan oleh kebanyakan warga setempat, sebagian orang bangun dari tidurnya, peralatan keramik retak atau pecahtersendiri, benda-benda jatuh, dan struktur seperti tiang serta objek berukuran besar kelihatan goyang.

Shakapan yang berintensitas IV pada Skala Intesitas MMI dirasakan di wilayah South Aceh, Nagan Raya, Meulaboh, dan Subulussalam. Getaran tersebut cukup kuat untuk diketahui banyak orang ketika mereka sedang berada di dalam bangunan.

Guncangan gempa berintensitas III-IV telah terasa di Provinsi Sumatera Utara yang mencakup kota Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo, serta Gayo Lues.

Langsa, Aceh Singkil, serta Aceh Timur turut mengalami guncangan gempa dengan tingkat intensitas III menurut Skala Intensitas Mercalli (MMI). Pada level tersebut, getarannya cukup terasa di dalam bangunan. Seolah-olah ada truk yang melintas,” jelas Daryono.

Intensitas gempa skala II hingga III MMI terasa di berbagai wilayah termasuk Bener Meriah, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Aceh Utara, Pidie, Aceh Timur, Tapanuli Tengah, Nias Utara, Gunungsitoli, Banda Aceh, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Simeulue, serta Nias Selatan.

“Hasil analisis model mengindikasikan bahwa gempabumi tersebut tidak memiliki potensi untuk menciptakan tsunami,” jelas Daryono.

Sampai pukul 16:30 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mendokumentasikan empat kali guncangan beruntun. Gempa dengan magnitud tertinggi yang direkam adalah sebesar 3,7, sementara itu yang terkecil memiliki magnitud 2,6.

BMKG menyarankan kepada publik untuk tetap tenang serta tidak mempercayai berita yang belum tentu keasliannya. Penduduk dihimbau untuk menjauhi struktur bangunan atau hunian yang telah hancur karena guncangan gempa bumi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here