Ustazah Oki Setiana Dewi pernah membagikan beberapa saran untuk menyelaraskan kepribadian sebagai seorang kakak bersama dua adiknya, yaitu Ria Ricis dan dr. Shindy Kurnia Putri. Satu di antara caranya adalah dengan membantu satu sama lain.
Diantara ketiganya, Oki merupakan putra sulung yang hijrah sendirian dari Batam menuju Jakarta demi mencari nafkah. Ketika itu usianya baru menginjak 16 tahun.
“Kita adalah anak-anak asli dari Batam, Kepulauan Riau, dan kami pindah ke Jakarta. Saat itu, pada perpindahan awal, aku berusia 16 tahun ketika hijrah sendirian ke Jakarta,” jelas Oki, seperti dilansir dari kanal tersebut.
YouTube Oki Setiana Dewi,
Sabtu (15/3/2025).
![]() |
“Setelah mempersiapkan segalanya, baru tiga tahun berikutnya sang adik keduanya lahir, dan tiga tahun sesudainya Ricis hadir,” lanjutnya.
Oki menjelaskan bahwa membantu di sini berarti seorang kakak yang bersedia merencanakan agar adik-adiknya yang kemudian ikut pindah ke Jakarta bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
“Jadi saat itu berhasil mendapatkan pekerjaan dan Alhamdulillah diberikan kesempatan untuk membeli sebuah rumah sederhana melalui kerja keras. Saat saudaraku datang ke Jakarta, adik-adik dapat menikmati gaya hidup yang lebih baik di kota tersebut. Berbeda dengan saya sendiri yang dulunya harus bolak-balik berpindah tempat tinggal karena sewa kos, serta menghabiskan banyak waktu pergi mencari pekerjaan menggunakan transportasi umum,” jelas Oki.
Pertarungan Oki Setiana Dewi Untuk Anak Terakhirnya, Hingga Mengirim Sampel Darah Ke Jerman |
Ria Ricis dukung biaya perawatan anak Oki
Dengan berjalannya waktu, saudara-saudara Oki memperoleh pekerjaan di Jakarta dan kini makin berhasil. Sebagai contoh, Ricis saat ini terkenal sebagai seorang aktris serta YouTuber ternama yang memiliki pendapatan cukup tinggi.
“Setelah itu, waktu terus berlalu dan perlahan-lahan Ricis diberkahi oleh Tuhan dengan pekerjaan yang baik dan keberlimpahan rejeki. Kini gilirannya kepada Ricis untuk memberikan bantuan,” kata Oki.
Oki menjelaskan bahwa dia membutuhkan biaya mencapai beberapa ratus juta ketika melahirkan putranya yang bernama Sulaiman Ali Abdullah. Meskipun demikian, pada waktu itu Oki tidak memiliki cukup uang. Ternyata, beban biaya perawatannya ditanggung oleh Ricis.
“Ketika Sulaiman dilahirkan di NICU bersama puluhan dokter dan peralatan medis yang mahal tersebut mencapai nilai ratusan juta. Saat itu, saya tidak memiliki uang sepeserpun. Tidak ada dana sedikitpun. Namun kemudian, Alhamdulillah Ricis meng-cover semua biaya berobatnya Sulaiman sehingga kita bisa membantu satu sama lain,” terang Oki.
Bukan hanya itu saja, Oki dan Ricis pun turut membantu Shindy dalam mempromosikan bisnis yang sedang dia jalankan sekarang.
“Sama halnya dengan saudara kandungku, yakni kakak Ricis, ia bernama dr. Shindy juga demikian. Dia adalah seorang dokter dan memiliki beberapa usaha yang tengah dijalankannya. Kita semua turut membantu promosi produk milik dokter Shindy agar bisnisnya dapat berkembang dengan baik,” terang Oki.
“Singkatnya, antar saudara harus berbagi dan membantu satu sama lain. Terkadang kita sedang dalam keadaan terpuruk, dan terkadang kita justru berada pada posisi yang lebih tinggi,” imbuhnya.
Memahami antara satu dengan yang lain sangatlah krusial untuk Oki serta kakak-kakaknya.
Ibu yang berusia 36 tahun ini juga menekankan bahwa pemahaman antar sesama sangatlah penting untuk memelihara tali silaturrahmi diantara saudara-saudari kita. Oki menyebutkan bahwa mereka perlu bertukar pengenalan dan pengetahuan tentang diri masing-masing.
“Itu sungguh penting lantaran banyak orang yang bahkan tidak mengenal saudaranya sendiri; tak mengetahui bagaimana rasanya atau merasakan apa hati adek mereka, maupun kakak mereka. Agar dapat saling memahami satu sama lain, diperlukan obrolan panjang dan percakapan jujur antar sesama anggota keluarga. Ini semua adalah hal yang dipelajari dalam lingkungan rumah,” terang Oki.
Di samping itu, pemahaman yang saling terjalin pun sangat krusial agar bisa menjamin bahwa komunikasi di tengah-tengah mereka berketiga tetap efektif dan lancar.
“Setelah itu terjadi pemahaman bersama. Kembali lagi ke komunikasi yang pada akhirnya membuat kita dapat mengerti satu sama lain. Ini sebenarnya membantu untuk mengurangi perselisihan,” jelas Oki.
Pilihan Redaksi
|
Bagi Bunda yang mau
sharing
soal
parenting
dan bisa dapat banyak
giveaway
, yuk
join
Komunitas Blogger Hardi HantoSquad. Bergabung dan ketuk.
di SINI.
Gratis!





